Afilm is - or should be - more like music than like fiction. Alangkah Lucunya (Negeri Ini) TULISAN INI MUNGKIN MENGANDUNG SPOILER! Oleh: Rio Johan (Rijon) Sutradara: Deddy Mizwar Saya sudah nonton beberapa film yang dijadikan perwakilan untuk Best Foregin Language Oscar 2011 dari beberapa negara,
FilmAlangkah Lucunya (Negeri Ini) mengangkat permasalahan dasar bangsa ini dengan mengedepankan konflik batin yang terjadi, yaitu pendidikan dan kemiskinan. Sehingga dengan nonton film ini melalui
Beritadan foto terbaru nonton film Alangkah Lucunya Negeri Ini - Download Film Alangkah Lucunya Negeri Ini Full Movie, Pada Link Unduh Film Reza Rahadian Terpopuler
Situsbioskop online gratis nonton films gratis. indonesia hingga manca negara, Selamat Menikmati Sajian kami. Video sumber Film yang kamu suka Arsip Blog 2012 (35) Januari (35) Jan Alangkah Lucunya Negeri Ini. 03.56 | | Edit Entri Film ini bisa di tonton secara online gratis sumber dari youtube.com
NontonFilm Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010) Subtitle Indonesia dan English | BioskopGaul Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010) 7.3 218 Trailer Seberapa Lucu (Negara Ini Ini) adalah komedi dari Deddy Mizwar — dan masuknya Indonesia untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-83. Genre:Comedy Actors:Reza Rahadian
vlIE. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Film harus ditonton Alangkah Lucunya Negeri ini Isa Alamsyah Kalau ada penyesalan ketika menonton film Alangkah Lucunya Negri ini ini, maka saya menyesal menonton film ini 5 hari setelah penayangan perdananya. Seandainya saya menonton di hari pertama, mungkin bisa bantu promosi lebih cepat. Biasanya film dianggap sukses jika hari pertama atau keduanya membludak. Tapi tidak ada kata terlambat, saya berharap resensi film ini bisa membantu kesuksesan film ini di Indonesia. Semoga setelah membaca tulisan ini Anda bersama keluarga berbondong-bondong menonton film ini. Dijamin tidak menyesal. Tua, muda, anak-anak pasti terhibur dan mendapat manfaat dari film ini. Seperti biasa, saya akan mendukung film yang baik untuk bangsa dan tidak segan-segan membantu promosinya. Film bagus berarti yang unggul baik dilihat dari segi pesan maupun kualitas filmnya. Film Alangkah Lucunya Negri ini terlalu bagus untuk dilewatkan, sebuah hiburan yang mendidik, lucu dan penuh hikmah. Jangan khawatir, tulisan ini tidak akan membocorkan jalan ceritanya. ALANGKAH LUCUNYA NEGERI INI Film Deddy Mizwar yang di release 15 April ini bisa jadi merupakan salah satu film terbaik tahun 2010 ini. Jika dibandingkan beberapa film Indonesia lain yang sempat saya tonton selama 2010, film ini jauh lebih unggul dari film lainnya. Dan saya belum bisa membayangkan ada film lain yang bisa sebagus ini dalam waktu singkat. Tapi kalau seandainya nanti ada yang lebih bagus, saya bersyukur, berarti kualitas perfilman kita menjadi luarbiasa. Setelah Naga Bonar jadi 2, Laskar Pelangi, Emak Ingin Haji, mungkin film ini yang akan menjadi film yang akan mendapat banyak sorotan dan pujian. Hanya 5 menit pertama saja, film ini sudah bisa membuat kita terpingkal-pingkal. Tapi bukan itu yang membuat film ini luar biasa. Kritik sosial dan pesan yang disampaikan dalam 5 menit pertama begitu banyak tanpa terasa dipaksakan. Salah satu kelemahan film-film yang mempunyai tujuan atau misi pendidikan adalah terlalu banyak yang ingin disampaikan sehingga mengurangi estetika film. Tapi hal ini tidak terjadi di film Alangkah Lucunya Negeri Ini. Film ini berhasil menyajikan potongan-potongan pesan moral dan kritik yang menggelitik hanya dalam hitungan detik tapi mengena. Selanjutnya cerita mengalir, dan pesan moral makin diperkuat sedikit demi sedikit. Sekalipun berlatar sekitar pemuda yang berusaha melakukan manajemen perubahan pada sekelompok pencopet, sebenarnya film ini mempunyai misi lebih besar. Film ini berhasil menggambarkan sebagian besar masalah bangsa yang disajikan dengan hiburan dan nilai pesan yang sarat nilai. Sekarang ini kebebasan berekspresi semakin terpasung. Setelah kasus Prita yang ditangkap karena membuat surat pembaca, Aguswandi yang dipenjaran karena mencharge HP, Nenek Minah yang dihukum karena memetiki 3 Buah Kakao, semakin takut saja orang bersuara. Syukurlah film ini berani hadir untuk kembali mengingatkan kita pentingnya ekspresi kritis untuk masa depan bangsa. Film ini berhasil meramu apik sikap kritisnya tanpa perlu vulgar menyebut siapa yang dikritiknya. Jika Anda mendukung film yang mengusung tema anti korupsi, Jika Anda berharap ada film yang berani mengungkap ketidakadilan dalam masyarakat, jika Anda menanti film yang bisa mengangkat kesenjangan sosial. Jika Anda menunggu film yang bisa mengkritisi situasi politik, anggota parlemen, dan pencalonan partai. Jika Anda ingin ada film yang mengangkat realitas religius yang jauh dari ideal, jika Anda merasa perlu ditampilkan adanya kejahatan yang dilindungi aparat, Jika Anda berkepentingan melihat adanya kritik pendidikan dan kesejahteraan sosial, JIka Anda menanti ada film yang bisa membangkitkan nasionalisme, jika Anda berharap ada tontonan yang menghibur sekaligus mendidik, Anda akan menemukan semua di film ini. Film ini akan menjadi penghapus dahaga yang selama ini kita nantikan. Seperti saya sampaikan, film ini bukan hanya bagus karena kaya pesan, tapi juga disajikan dengan sangat elegan di semua lini. Casting film juga sangat luar biasa. Tiga aktor kawakan; Deddy Mizwar, Slamet Raharjo dan Djadja Mihardja disandingkan dan ketiganya bisa bermain apik dan berkelas. Aktor Tio Pakusadewo ber-acting sangat meyakinkan, membuktikan ia pantas menerima piala citra lebih dari sekali. Acting Reza Rahadian juga meyakinkan, sebagaimana actingnya di film Emak Ingin Naik Haji. Peran pembantu dan figuran, semuanya mempunyai peran yang sangat membantu warna humor dalam film ini. Visualisasi gambar peradegan juga menawan. Banyak sekali adegan kontras yang akan membuat kita miris melihat ketimpangannya Adegan favorit saya justru ketika ada ada anak-anak yang ketakutan di saat bendera merah putih sekelibat berkibar di depan mereka. Sound trek lagunya juga enak. Bersemangat dan sesuai dengan adegan. Intinya, hampir semua unsur yang dibutuhkan untuk sebuah film terpenuhi. Saya juga terpakasa ikut mempromosikan Yamaha, Bank Muammalat dan Sozziz yang ikut mendukung film ini dengan iklan melalui adegan . Karena bagaimanapun kita harus juga mendukung perusahaan yang mau berperan di film yang bermutu. Di film ini tidak ada iklan rokok, bahkan untuk adegan asongan tidak ada bungkus rokok yang di tampilkan. Untuk itu saya juga beri acungan jempol. Ada dilema yang menonjol yang ditampilkan dalam film ini, dilema antara haram dan halal, yang Anda bisa sendiri menilainya. Silahkan menyaksikan, buruan, Anda tidak akan menyesal. Jangan lupa kasih komen kalau sudah nonton. 1 2 Lihat Lyfe Selengkapnya
Source Google Image Detail Film • Judul Film Alangkah Lucunya Negeri Ini • Produksi Citra Sinema • Rilis 2010 • Durasi 105 Menit • Produser Zairin Zain • Penulis scenario Musfar Yasin • Sutradara Deddy Mizwar Pemain Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia, Teuku Edwin. Kali ini gue pengen mencoba meresensi film yang sebenarnya udah lumayan lama juga, yakni Alangkah Lucunya Negeri Ini. Film yang dirilis tahun 2010 ini pasti udah enggak asing banget di telinga para pecinta film Indonesia. Agak telat memang gue mengulas film ini, maklum baru kemarin gue nonton nih film kudet. Udah lama gue penasaran sama ini film. Dan baru kesampaian nonton filmnya kemarin berkat ngopy dari laptop temen gue hehehe. Anyway kali ini gue bakal mengulas sedikit tentang film yang bergenre komedi ini. Kalau ada kesalahan dalam meresensi tolong dimaafkan yah, namanya juga belajar hehehehehe Film Alangkah Lucunya Negeri Ini mengangkat cerita tentang kehidupan anak jalan yang ada di Indonesia, khususnya di Jakarta. Dengan menonjolkan tema pendidikan, film ini bermaksud untuk menyentil masyarakat Indonesia agar sadar betapa pentingnya pendidikan untuk kemajuan suatu bangsa. Cerita bermula saat Muluk Reza Rahadian yang sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Dengan keadaan demikian Muluk tak menyerah begitu saja. Pertemuan yang tak disengaja dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Melalui perkenalan itu Komet, mengajak Muluk untuk melihat markas besar yang menjadi tempat tinggal Komet bersama teman-temannya selama ini. Saat datang ketempat markas tersebut Muluk dikagetkan oleh keadaan yang sangat memperihatinkan dari markas yang ditunjukkan Komet yakni berupa rumah tua yang sebenarnya tak layak huni. Muluk berpikir dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot Tio Pakusadewo.Muluk berusaha meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka. Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau mengubah profesi mereka. DIbantu dua rekannya yang juga sarjana,yakni Samsul Asrul Dahlan, dan Pipit Ratu Tika Bravani yang juga pengangguran. Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan. Muluk mengenalkan pendidikan kepada anak-anak pencopet ini bersama dua rekannya tadi, dalam proses mengubah kebiasaan pencopet yang masih berusia belia menjadi anak-anakyang berakhlak dan berpendidikan tidaklah mudah, Muluk, Pipit dan Samsul harus sabar mengajarkan kepada anak didik mereka tersebut tentang pentingnya pendidikan. Tidak hanya mengajarkan akhlak dan pendidikan, Muluk beserta dua rekannya juga menginginkan para pencopet tersebut merubah profesinya. Muluk ingin pencopet yang masih muda itu mencari penghasilan dengan cara yang halal yakni menjadi pedagang asongan. Tantangan pun muncul, banyak para pencopet tersebut yang memberontak dan tidak ingin mengasong, mereka ingin tetap menjadi pencopet. Tidak hanya itu Orang tua Muluk yaitu Pak Makbul yang diperankan oleh Deddy Mizwar dan Orang Tua Pipit Haji Rahmat Slamet Rahardjo serta calon mertua Muluk Haji Sarbini Jaja Mihardja mengetahui jika anak-anak mereka ternyata tidak bekerja di kantor besar, tapi justru bekerja di tempat yang kumuh dan mengajar para pencopet pula. Para orang tua tersebut menganggap bahwa uang hasil kerja yang didapat oleh Muluk dan Pipit berasal dari uang haram. Menurut gue dalam film ini bisa membuka mata kita bahwa masih banyak sekali anak-anak muda yang tak bisa mengakses pendidikan karena terhambat oleh biaya, belum lagi dalam film ini digambarkan pula tekanan sebagai seorang sarjana, gue jadi sadar walaupun kita punya title dibelakang nama kita dari berbagai disiplin ilmu, enggak menjamin kita bakal gampang diterima kerja. Bahkan sekarang banyak sarjana yang nganggur. Ini bisa terlihat dari kelakuan Pipit yang sebelum menjadi pengajar, ia sering mengikuti kuis di televisi dan undian berhadiah sebagai jalan pintas untuk mencari materi. Ada yang menarik dari cuplikan akhir dari film ini, ada tulisan yang diambil dari bunyi pasal 34 UUD 1945 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara.” Ini sebagai kalimat penutup yang sangat menyentil bagi para masyarakat dan juga pemerintah. Ya menurut gue film ini bisa bikin sedikit kita melek lah sama keadaan bangsa ini, jangan terlalu egois mikirin diri sendiri, tapi kita juga perlu berempati kepada orang-orang yang tak seberuntung kita. Sekian!
nonton film alangkah lucunya negeri ini